Kota Bekasi — Rakyat Oposisi
Pemerintah Kota Bekasi meresmikan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta Taman Warga RW 010 Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Rabu (3/12/2025). Dua proyek ini menjadi penanda bahwa perbaikan kualitas hidup warga bukan hanya wacana rapat, tetapi hadir di lorong-lorong kampung tempat masyarakat menggantungkan hidupnya.

Pada acara itu, pemaparan pembangunan Rutilahu tahun 2024 membuka mata banyak pihak. Foto-foto sebelum dan sesudah renovasi dipajang: dinding rapuh berganti tembok kokoh; atap reyot berubah rapi; rumah lembab kini bercat bersih. “Perubahan signifikan,” kata sejumlah warga, yang rumahnya kini layak dihuni setelah bertahun-tahun hidup di bangunan seadanya.
Tak hanya soal rumah. Pemerintah juga meresmikan Taman Warga RW 010 Graha Indah, yang dibangun melalui tahap berjenjang—0%, 30%, 50%, hingga rampung 100%. Dari lapangan kusam dan tak terawat, ruang publik itu menjelma taman berwarna, tempat anak-anak bermain dan warga bersantai. “Dulu cuma lewat, sekarang betah nongkrong,” ujar seorang warga.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa pembangunan seperti ini adalah titik mula peningkatan kesejahteraan.
“Setiap keluarga harus punya rumah yang aman dan layak. Kesejahteraan berawal dari lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.
Tri juga menekankan pentingnya ruang publik sebagai perekat sosial.
“Taman warga dibangun agar masyarakat punya ruang nyaman untuk berkumpul, bermain, dan berolahraga. Pemerintah akan terus hadir dan mengayomi,” katanya.
Program Rutilahu dan Taman Warga di RW 010 menjadi contoh kecil tentang bagaimana kebijakan kota menyentuh kebutuhan dasar masyarakat—tempat tinggal yang manusiawi dan ruang berinteraksi yang hidup. Pemerintah Kota Bekasi menyatakan komitmennya untuk memperluas program serupa di titik-titik lain.
(Denny)
















