Kota Bekasi — Rakyat Oposisi
Pemerintah Kota Bekasi kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi pejabat Eselon II sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto resmi melantik Dzikron sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi dan Nadih Arifin sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi.
Pelantikan tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadirkan birokrasi yang adaptif, progresif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, khususnya di sektor ketenagakerjaan, pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Dalam arahannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa jabatan bukanlah tempat untuk mencari kenyamanan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, keberanian mengambil langkah, serta kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Percepatan menyelesaikan tantangan harus dilakukan. Jangan jadikan amanah ini sebagai zona nyaman. Kita akan terus lakukan evaluasi untuk memberikan challenge yang lebih,” tegas Tri.
Kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja yang baru, Tri memberikan perhatian khusus terhadap percepatan program penempatan tenaga kerja lokal ke luar negeri. Ia meminta agar dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, Dinas Tenaga Kerja mampu menunjukkan langkah konkret dan hasil nyata dalam merealisasikan target tersebut sesuai arah pembangunan daerah.
Menurutnya, peluang kerja bagi masyarakat Kota Bekasi tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga terbuka luas di pasar kerja internasional, asalkan didukung kompetensi, keterampilan, dan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.
“Tahun lalu target pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri masih gagal karena arahnya masih ragu-ragu. Tahun ini harus diselesaikan sesuai RPJMD,” ujarnya.
Tri juga mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Kota Bekasi mulai menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi tidak ingin berpuas diri dan terus mendorong terciptanya peluang kerja baru melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Ia menilai masih banyak lulusan SMA maupun SMK yang belum memiliki daya saing kuat di dunia industri. Karena itu, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) harus dimaksimalkan sebagai pusat pembinaan keterampilan dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Kita lakukan pembinaan melalui BLK agar tenaga kerja kita siap pakai dan mampu bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Besarnya antusiasme masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan, lanjut Tri, juga terlihat dari tingginya interaksi warga melalui media sosial pribadi maupun kanal resmi pemerintah daerah terkait peluang kerja yang tersedia.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang baru, Tri Adhianto menekankan pentingnya menghadirkan ekosistem pariwisata dan kebudayaan yang lebih inklusif, terbuka, dan kolaboratif.
Ia meminta agar ruang kreatif, fasilitas, serta dukungan pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya tidak hanya berputar pada kelompok tertentu, tetapi mampu menjangkau lebih banyak komunitas dan generasi muda kreatif di Kota Bekasi.
“Passion pariwisata dan budaya harus mampu berkolaborasi. Ruang dan tempat yang diberikan kepada penggiat kebudayaan jangan hanya untuk orang itu-itu saja. Harus lebih progresif lagi,” tegasnya.
Tri berharap sektor pariwisata dapat tumbuh beriringan dengan pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sehingga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Gerakan pariwisata harus terhubung dengan UMKM kita. Bukan berjalan sendiri-sendiri. Persoalan yang kita hadapi kompleks, maka penyelesaiannya dilakukan tahap demi tahap dengan kolaborasi,” tutupnya.
















