Majalengka – Rakyat Oposisi
Kebanggaan luar biasa datang dari Kabupaten Majalengka. Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati, berhasil meraih peringkat ke-2 dalam daftar 10 Desa Mandiri Terbaik di Jawa Barat berdasarkan hasil penilaian Indeks Desa (ID) Tahun 2025 yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan data resmi Indeks Desa Tahun 2025, Desa Sukawana mencatatkan skor prestisius sebesar 99,84%. Skor ini setara dengan Desa Sukakerta yang menempati peringkat pertama, sekaligus menjadikan Sukawana sebagai salah satu desa paling maju dan mandiri di seluruh wilayah Jawa Barat.
Secara keseluruhan, tingkat kemajuan desa di Jawa Barat berada pada skor rata-rata 79,38%. Dari total desa yang dinilai, sebanyak 2.774 desa berstatus Mandiri, 2.189 desa berstatus Maju, dan 347 desa lainnya berstatus Berkembang. Keberhasilan Sukawana masuk jajaran teratas membuktikan kemajuan yang jauh melampaui rata-rata provinsi.
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Posisi Sukawana yang berada di Kecamatan Kertajati – wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan baru Majalengka berhadapan dengan Bandara Internasional Jawa Barat – didukung oleh kerja sama seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, hingga warga bersatu padu mengelola sumber daya, memanfaatkan dana desa, dan mengembangkan potensi lokal secara tepat sasaran.
Bahkan, dari 10 desa terbaik se-Jawa Barat yang dirilis, empat di antaranya berasal dari Kabupaten Majalengka: Sukakerta (peringkat 1), Sukawana (peringkat 2), Palasah (peringkat 5), dan Pasiripis (peringkat 6). Hal ini menegaskan Majalengka kini menjadi salah satu kabupaten dengan kemajuan desa paling pesat di Jawa Barat.
H. Nanang Sutisana Kepala Desa Sukawana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh warga atas prestasi yang diraih bersama ini. Semoga kebersamaan terus terjalin erat demi kemajuan Desa Sukawana yang lebih baik lagi,” ujarnya dengan penuh harap.
Status Desa Mandiri bukan sekadar gelar. Penilaian Indeks Desa mencakup aspek tata kelola pemerintahan, ekonomi masyarakat, pelayanan dasar, hingga keberlanjutan lingkungan. Dengan pencapaian ini, Sukawana semakin terbuka peluang untuk mendapatkan dukungan program lebih besar, kemudahan akses investasi potensi lokal, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan warganya.
(Fahmi)
















