Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BEKASIBeritaHEDLINENASIONAL

Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026 di Setu, 32 Calon Kades Ikrar Jaga Kondusivitas

1033
×

Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026 di Setu, 32 Calon Kades Ikrar Jaga Kondusivitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI — RAKYAT OPOSISI

Sebanyak 32 calon kepala desa dari 11 desa di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengikuti Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Aula Kantor Balai Pengujian Mutu dan Sertifikat Pangan, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Jumat (11/9/2026).

Deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komitmen bersama agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, demokratis, serta tetap menjunjung tinggi persaudaraan di tengah masyarakat.

Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja beserta jajaran, Camat Setu Drs. Joko Dwijatmoko, M.Si., Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., Danramil Setu yang diwakili, unsur Muspika Kecamatan Setu, serta seluruh calon kepala desa dari 11 desa yang mengikuti Pilkades Serentak 2026.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh calon kades mengikuti ikrar untuk menjaga pelaksanaan Pilkades tetap damai serta menerima setiap hasil proses demokrasi dengan penuh kedewasaan.

Camat Setu, Drs. Joko Dwijatmoko, M.Si., mengingatkan para calon agar mampu mengelola perbedaan pilihan politik secara bijaksana. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh berubah menjadi konflik di tengah masyarakat.

“Ya, arahannya kita harus bisa menyikapi perbedaan yang ada supaya pelaksanaan Pilkades bisa berjalan aman, nyaman, dan damai,” ujar Joko.

Ia juga meminta seluruh calon mengedepankan integritas dalam setiap tahapan kampanye. Politik desa, kata dia, harus menjadi ruang adu gagasan dan program, bukan ajang menyebarkan kebencian.

“Melakukan kampanye secara jujur, transparan, tidak mengedepankan hoaks ataupun penggunaan isu suku, agama, dan ras yang tidak baik,” tegasnya.

Kapolsek Setu: Jangan Jadikan Perbedaan sebagai Pemicu Konflik

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa jajaran kepolisian siap mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berlangsung aman dan kondusif.

Ia mengajak seluruh calon kepala desa, tim sukses, simpatisan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Perbedaan pilihan itu hal yang biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut menjadi pemicu konflik,” tegas Usep.

Menurutnya, kontestasi Pilkades harus dijalankan dengan semangat persaudaraan. Para calon diharapkan memberikan contoh politik yang sehat kepada masyarakat dengan mengedepankan etika, kedewasaan, serta menghormati aturan yang telah ditetapkan.

“Silakan berkompetisi, silakan menyampaikan visi dan misi, tetapi tetap jaga persatuan. Jangan menyebarkan hoaks, jangan melakukan provokasi dan jangan melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Usep juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial apabila belum dipastikan kebenarannya.

“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan koordinasi. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperkeruh keadaan,” katanya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di seluruh wilayah Kecamatan Setu, khususnya pada titik-titik yang dinilai memiliki dinamika politik lebih tinggi.

Burangkeng dan Ciledug Jadi Atensi

Camat Setu menyebut kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang masa kampanye secara umum masih kondusif. Perbedaan pilihan politik yang muncul di tengah masyarakat masih dinilai sebagai dinamika yang wajar dan dapat diselesaikan melalui komunikasi.

“Alhamdulillah masih kondusif. Kalau ada sedikit perbedaan, wajar saya bilang. Tapi masih bisa kita selesaikan semuanya,” ungkap Joko.

Meski demikian, terdapat sejumlah wilayah yang mendapatkan perhatian khusus. Desa Burangkeng menjadi salah satu titik yang dipantau lantaran dinamika politiknya relatif tinggi.

“Dari awal mungkin, mudah-mudahan hanya hangat-hangat biasa. Burangkeng memang karena eskalasi politiknya masih lumayan tinggi,” terangnya.

Selain Burangkeng, Desa Ciledug juga menjadi wilayah yang mendapatkan atensi berdasarkan arahan jajaran kepolisian.

“Ciledug, kalau Ciledug itu kita arahan dari Pak Kapolres, kita jadi atensi. Tapi yang lainnya alhamdulillah aman semua,” pungkas Joko.

Kampanye Dimulai 14 September

Berdasarkan jadwal tahapan Pilkades Serentak 2026, masa kampanye akan berlangsung pada Senin–Selasa, 14–15 September 2026. Setelah itu, para calon memasuki masa tenang pada 16–17 September 2026.

Dengan deklarasi damai tersebut, seluruh pihak diharapkan tidak hanya menjadikan ikrar sebagai seremoni, tetapi benar-benar menerapkannya dalam setiap aktivitas politik di lapangan.

Sebanyak 32 calon kepala desa di Kecamatan Setu kini memasuki fase penting menuju pemungutan suara. Persaingan boleh berlangsung sengit, tetapi keamanan, persaudaraan, dan keutuhan masyarakat harus tetap menjadi kepentingan bersama.

Pilkades bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, Pilkades adalah tentang bagaimana masyarakat memilih pemimpin desa secara demokratis tanpa kehilangan persaudaraan.

Jajaran Forkopimcam Setu bersama seluruh calon kepala desa pun berharap suasana kondusif dapat dipertahankan hingga seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 selesai dan menghasilkan pemimpin desa yang amanah, berintegritas, serta mampu membawa masyarakat menuju pembangunan yang lebih baik. (Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!