Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BEKASIBeritaHEDLINENASIONAL

Menuai Kecaman, Program MBG di Indramayu Diduga Sajikan Makanan Tak Layak Konsumsi

611
×

Menuai Kecaman, Program MBG di Indramayu Diduga Sajikan Makanan Tak Layak Konsumsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Indramayu – Rakyat Oposisi

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya dirancang untuk menjamin pemenuhan gizi anak-anak sekolah justru menuai kecaman keras dari para orang tua murid di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Alih-alih menyehatkan, makanan yang dibagikan diduga tidak layak konsumsi dan kerap berakhir di tempat sampah.

Keluhan mencuat setelah sejumlah orang tua murid menemukan kondisi menu MBG yang dinilai memprihatinkan. Mulai dari buah naga membusuk dan berulat, sayuran berbau basi, perkedel keras menyerupai batu, hingga roti tawar yang hanya dibungkus kertas tanpa standar kebersihan memadai. Temuan ini memicu kekhawatiran serius terkait potensi gangguan kesehatan pada anak-anak penerima manfaat.

Tak hanya kualitas makanan, manajemen distribusi juga menjadi sorotan. Warga menyebut makanan MBG kerap tiba dalam kondisi terlambat, bahkan mendekati sore hari. Kondisi tersebut dinilai semakin menurunkan tingkat kesegaran makanan dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Para orang tua murid pun mempertanyakan kinerja dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk peran tenaga ahli gizi yang seharusnya memastikan makanan layak sebelum dikonsumsi. Mereka menegaskan bahwa menu MBG semestinya dicicipi dan diuji kelayakannya terlebih dahulu, bukan langsung diberikan kepada anak-anak.

Diketahui, pelaksanaan Program MBG di Desa Ujungjaya dikelola oleh Yayasan Nurwasita. Sementara itu, Kepala SPPG MBG setempat, Trisna Sugiarto, tetap bersikukuh bahwa seluruh proses telah berjalan sesuai aturan.

“Saya sudah menjalankan sesuai SOP,” ujar Trisna singkat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Di sisi lain, H. Sidik, selaku pemilik Gedung MBG Desa Ujungjaya, membantah keras adanya kasus keracunan akibat menu MBG. Ia juga menyatakan keberatan atas beredarnya video di salah satu kanal YouTube yang menuding adanya dugaan keracunan, karena dinilai merugikan dan mencemarkan nama baik usahanya.

Namun bantahan tersebut belum sepenuhnya meredam keresahan warga. Sejumlah warga di sekitar dapur MBG justru mendesak agar persoalan ini diusut secara tuntas dan transparan. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menilai terdapat kejanggalan antara besarnya anggaran dengan kualitas menu yang diterima anak-anak.

“Anggarannya besar, tapi kalau dilihat dari menu dan porsinya, kalau dihitung-hitung paling cuma sekitar Rp8.000. Ini harus dibuka secara transparan,” tegasnya.

Warga juga menduga bahan makanan yang digunakan tidak dalam kondisi segar (fresh), sehingga berpotensi menjadi sarang bakteri dan membahayakan kesehatan anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat program.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Ujungjaya mendesak pemeriksaan lapangan, evaluasi menyeluruh, serta audit transparan terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), agar tujuan program benar-benar tercapai dan tidak justru mengorbankan keselamatan generasi penerus bangsa.(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!