Kota Bekasi — Rakyat Oposisi
Pemerintah Kota Bekasi melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah resmi menggelar Business Matching Kota Bekasi 2025 di Main Atrium Revo Mall. Kegiatan ini menjadi ruang sinergi antara pelaku usaha lokal dengan institusi pemerintah untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan pentingnya strategi penguatan ekonomi daerah di tengah kondisi pemulihan nasional.
“Tantangan ekonomi masih nyata. Kita harus menjaga daya beli masyarakat, menekan angka pengangguran, dan memastikan efisiensi anggaran. Setiap rupiah belanja pemerintah harus benar-benar memberi nilai tambah bagi warga Bekasi,” ujar Tri.

Tri menegaskan, Business Matching menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk kolaborasi dalam pengadaan barang dan jasa. Dengan mempertemukan produsen lokal dan pengguna barang/jasa, proses belanja pemerintah bisa menjadi lebih cepat, efisien, dan memiliki dampak langsung terhadap ekonomi Kota Bekasi.
Ia juga mengutip data BPS dan Kementerian Perindustrian: belanja pemerintah sebesar Rp400 triliun mampu menciptakan 2 juta lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 1,8%.
“Jika pemerintah serius membeli produk dalam negeri, dampaknya luar biasa. Ekonomi tumbuh, pengangguran turun, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Sebagai komitmen nyata, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan 80% belanja diarahkan untuk produk dalam negeri bersertifikat TKDN.
Tri juga mengingatkan seluruh pejabat pengadaan untuk menjaga integritas dan memprioritaskan produk dalam negeri dalam setiap proses pengadaan.
Kepada pelaku usaha, Tri menyampaikan pesan agar memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kualitas dan daya saing produk lokal Bekasi.
“Dunia usaha bergerak cepat. Yang menang bukan yang terbesar, tapi yang paling adaptif dan kolaboratif. Business Matching bukan sekadar transaksi, tapi ruang untuk berinovasi, bertukar gagasan, dan membangun jejaring bisnis baru,” tutupnya.
Dengan kegiatan ini, Kota Bekasi menegaskan komitmennya mendukung ekonomi lokal, memperkuat industri dalam negeri, dan membuka peluang usaha baru demi Kota Bekasi yang lebih maju dan berdaya saing. (ADV)
















