Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BEKASIBeritaHEDLINENASIONAL

KCD Pendidikan Jawa Barat Dorong 242 Ketua OSIS Bijak Bermedia Digital Bersama Vilmei dan Polres Metro Bekasi Kota

1026
×

KCD Pendidikan Jawa Barat Dorong 242 Ketua OSIS Bijak Bermedia Digital Bersama Vilmei dan Polres Metro Bekasi Kota

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kota Bekasi – Rakyat Oposisi

Sebanyak 242 Ketua OSIS SMA dan SMK se-Kota Bekasi mendapatkan pembekalan penting mengenai kecakapan dan etika bermedia digital dalam kegiatan “Pelajar Bertanya, Polisi Menjawab” yang digelar di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan kreator konten Meicy Villia Kalangi atau Vilmei yang berbagi pengalaman serta pandangan kepada para pelajar mengenai bagaimana menggunakan media sosial secara cerdas, sehat, dan bertanggung jawab.

Kepala KCD Pendidikan Dr. Hj. Rina Parlina, S.IP., M.M., menilai literasi digital menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, menjaga etika komunikasi, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di ruang digital.

“Pelajar adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, kemampuan menggunakan media sosial harus dibarengi dengan kecerdasan, etika, tanggung jawab, dan karakter yang kuat. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana belajar dan berkembang justru memberikan dampak negatif,” ujar Rina Parlina.

Dalam sesi tersebut, Vilmei mengajak para Ketua OSIS untuk lebih bijak dalam mengelola screen time. Penggunaan media sosial perlu diseimbangkan dengan waktu belajar, istirahat, berinteraksi secara langsung, berorganisasi, serta melakukan berbagai kegiatan positif.

Vilmei juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial. Mereka diajak mengenali perbedaan antara informasi faktual, misinformasi, dan disinformasi, sekaligus membiasakan diri memeriksa sumber dan konteks sebelum menyebarkan sebuah konten.

“Apa yang terasa biasa bagi kita belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh orang lain. Sekali dibagikan, sebuah konten dapat memengaruhi perasaan, cara berpikir, bahkan kehidupan seseorang. Karena itu, gunakan media sosial dengan empati dan kesadaran terhadap dampaknya,” kata Vilmei.

Rina Parlina menambahkan, Ketua OSIS memiliki posisi strategis sebagai role model di lingkungan sekolah. Karena itu, nilai-nilai positif yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada masing-masing peserta, tetapi dapat diteruskan kepada teman-teman di sekolah.

“Ketua OSIS bukan hanya pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi contoh bagi teman-temannya. Kami berharap mereka mampu menjadi pelopor penggunaan media digital yang positif, santun, produktif, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, S.I.K., menegaskan bahwa kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat atau mengikuti perkembangan platform media sosial.

Menurutnya, para pelajar juga harus memahami konsekuensi dari setiap unggahan, komentar, maupun interaksi yang dilakukan di internet.

“Jejak digital melekat pada setiap pilihan yang dibuat di media sosial. Pertimbangkan kebenaran, manfaat, dan dampaknya sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu. Jika menemukan ancaman, perundungan, atau konten yang merugikan, simpan bukti dan segera sampaikan kepada orang tua, sekolah, atau kepolisian,” kata Putu Kholis.

Kegiatan Pelajar Bertanya, Polisi Menjawab menjadi ruang edukasi sekaligus dialog antara aparat kepolisian, dunia pendidikan, dan pelajar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan ruang digital secara cerdas sekaligus tetap menjunjung tinggi etika, tanggung jawab, dan nilai-nilai karakter.

Dengan hadirnya 242 Ketua OSIS SMA dan SMK se-Kota Bekasi, pesan tentang “bijak bermedia, cerdas menyaring informasi, dan bertanggung jawab di ruang digital” diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan sekolah masing-masing.

KCD Pendidikan bersama Polres Metro Bekasi Kota terus mendorong lahirnya generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kritis terhadap informasi, dan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas serta bertanggung jawab. (Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!