Serang – Rakyat Oposisi
Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilaksanakan Pemerintah Kota Serang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya gelap gulita saat malam hari, kini berubah menjadi terang benderang dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi para pengguna jalan.
Beberapa ruas jalan yang telah menikmati manfaat PJU tersebut di antaranya Jalan Kalodran–Jengkol, Jalan Cidadap–Walantaka (Kecamatan Walantaka), Jalan Cibening–Cibomo, Jalan Terumbu–Sawah Luhur, serta Jalan Priyayi Terumbu di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Bew, warga Jengkol yang setiap malam kerap melintasi ruas-ruas jalan tersebut, mengaku sangat merasakan dampak positif dari pembangunan PJU.
“Dulu kalau malam jalannya gelap sekali, sekarang sudah terang. Kami merasa lebih aman dan nyaman saat melintas,” ujarnya, Jumat (9/12/2026).
Hal senada disampaikan Rosidi, warga Sawah Luhur. Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Serang beserta pihak pelaksana proyek.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Serang dan kontraktor pelaksana. Jalan yang terang tentu sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya saat malam hari. Ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Hasbi selaku Pelaksana Lapangan proyek PJU Kota Serang menjelaskan bahwa pekerjaan telah rampung sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
“Pelaksanaan proyek selama 44 hari Alhamdulillah telah selesai 100 persen sesuai jadwal,” ujarnya.
Hasbi memaparkan, proyek PJU yang berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Serang ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp10,5 miliar, dengan jumlah 747 titik PJU yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Serang, Cipocok Jaya, Kasemen, dan Walantaka.
“Seluruh pekerjaan kami laksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB),” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasbi menjelaskan bahwa dalam RAB terdapat pembangunan PJU dengan tiang baru maupun memanfaatkan tiang PLN, menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan anggaran, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap penerangan jalan bisa terpenuhi lebih luas,” jelasnya.
Terkait kemungkinan adanya lampu yang mati, Hasbi menyebut hal tersebut bisa terjadi karena faktor cuaca atau gangguan tegangan listrik PLN. Namun demikian, pihak pelaksana tetap bertanggung jawab.
“Meski pekerjaan telah selesai, kami masih melakukan perbaikan karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa PJU yang terpasang telah menggunakan sistem pintar (smart system) dan dilengkapi GPS, sehingga memudahkan pemantauan dan pengelolaan ke depannya.
Menanggapi pandangan sejumlah media dan LSM terkait besarnya anggaran, Hasbi menegaskan bahwa nilai tersebut sebanding dengan spesifikasi pekerjaan.
“Anggaran Rp10,5 miliar mencakup jaringan smart system dan berbagai komponen pendukung lainnya. Kami pastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai RAB,” pungkasnya.
(Red)


















