Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHEDLINEKRIMINALNASIONALPENDIDIKAN

Skandal PERKIM Tangerang: Wartawan Dihina ‘Bego-Tolol’, Diseret Security Arogan – Bupati Diminta Copot Kadis!

200
×

Skandal PERKIM Tangerang: Wartawan Dihina ‘Bego-Tolol’, Diseret Security Arogan – Bupati Diminta Copot Kadis!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabupaten Tangerang – Rakyat Oposisi

Insiden memalukan terjadi di Kantor Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (PERKIM) Kabupaten Tangerang, Kamis (11/9/2025) sore. Seorang wartawan senior, M. Dzaki Al atau yang akrab disapa Bang Dzack dari media Gakorpan News, mendapatkan perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari oknum security berinisial E.

Oknum tersebut diduga dengan sengaja menghalangi tugas jurnalis. Lebih parah, ia melontarkan kata-kata kasar seperti “bego” dan “tolol”, bahkan menyeret serta menantang wartawan untuk duel di depan publik. Peristiwa ini terekam jelas dalam video yang diabadikan oleh wartawan lain di lokasi.


Awal Kejadian

Insiden bermula saat beberapa awak media mendatangi Kantor Dinas PERKIM untuk mengonfirmasi sejumlah persoalan yang belum pernah dijawab pihak dinas, meski sebelumnya sudah beberapa kali datang dan mengisi buku tamu.

Namun, jawaban dari security selalu sama: pejabat yang dicari sedang tidak ada di tempat. Awak media yang melihat mobil pejabat masih terparkir pun menaruh curiga bahwa security diduga sengaja berbohong dan menutup-nutupi keberadaan pejabat PERKIM.

Saat dikonfirmasi ulang, oknum security E bukannya memberikan jawaban profesional, justru melontarkan kata-kata kasar dengan nada tinggi. “Saya bebas mau ngomong kotor, bego, tolol, apa urusannya? Itu hak saya!” ucapnya dengan nada arogan.

Ketika ditegur, bukannya meminta maaf, E justru menyeret Bang Dzack dengan kasar dan menantangnya duel, disaksikan oleh rekan wartawan lain.


Wartawan Tahan Emosi

Meski mendapatkan perlakuan kasar, Bang Dzack memilih menahan diri agar situasi tidak semakin memanas. “Apa yang dilakukan oknum itu harus diberi pelajaran, supaya sadar kalau dia digaji dari uang rakyat, bukan jadi preman di kantor pemerintah,” tegas Bang Dzack setelah kejadian.

Peristiwa ini menambah catatan buruk karena sebelumnya rekan wartawan lain juga pernah mengalami perlakuan serupa di kantor dinas yang sama.


Tuntutan Tegas

Atas kejadian ini, Bang Dzack bersama rekan aktivis dan kontrol sosial mendesak Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, untuk segera:

  1. Mencopot Kadis PERKIM yang dinilai gagal membina jajarannya.

  2. Menindak tegas oknum security arogan yang telah melecehkan marwah pers.

  3. Melakukan evaluasi total terhadap sistem pengamanan dan pelayanan di lingkungan Dinas PERKIM.

“Jangan sampai kantor pemerintah jadi seperti markas preman. Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan tindakan ini jelas melanggar hukum,” tegas para jurnalis dan aktivis dalam pernyataan sikapnya. (Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!