Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BEKASIBeritaHEDLINENASIONALPENDIDIKAN

Wali Kota Bekasi Sambangi Nenek Atnah, Korban Pencurian Pedagang Nasi Uduk di Pondok Melati

505
×

Wali Kota Bekasi Sambangi Nenek Atnah, Korban Pencurian Pedagang Nasi Uduk di Pondok Melati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KOTA BEKASI – RAKYAT OPOSISI

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bergerak cepat merespons laporan kasus pencurian yang menimpa seorang pedagang kecil. Didampingi jajaran, ia mengunjungi kediaman Nenek Atnah (65), pedagang nasi uduk yang menjadi korban pencurian uang saat berjualan di kawasan Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (19/2).

Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian Pemerintah Kota Bekasi terhadap warganya yang tengah mengalami musibah. Kehadiran orang nomor satu di Kota Patriot ini sekaligus membawa bantuan agar korban dapat kembali menjalankan usaha kecilnya.

Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Nenek Atnah tengah melayani seorang pria tak dikenal yang berpura-pura memesan empat bungkus nasi uduk. Tanpa curiga, korban membungkus pesanan seorang diri. Di tengah kesibukan tersebut, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dan mengambil uang Rp700 ribu yang disimpan di dalam kaleng biskuit di dekat lapaknya.

“Saya lagi bungkusin, tidak lihat. Tahu-tahu itu orang langsung ambil uang saya. Pas saya cek, uang saya sudah tidak ada,” ujar Atnah lirih.

Uang yang hilang merupakan hasil dagangan sekaligus modal usaha untuk membeli bahan baku keesokan harinya. Akibat kejadian itu, Nenek Atnah terpaksa berhenti berjualan karena tidak memiliki modal.

“Yang hilang duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal,” tuturnya.

Sehari-hari, Nenek Atnah mengandalkan penghasilan dari menjual nasi uduk dan lontong sayur. Ia memasak sejak pukul 01.00 WIB seorang diri di rumahnya di RT 04 RW 03 Kelurahan Jatiwarna. Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berjalan kaki sekitar 350 meter menuju lokasi berjualan sambil menenteng dagangannya.

Dalam kunjungannya, Tri Adhianto menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan bantuan uang tunai dan paket sembako agar Nenek Atnah dapat kembali berjualan.

“Kami hadir untuk memastikan Ibu Atnah tidak sendiri. Pemerintah Kota Bekasi akan terus berupaya meningkatkan pengawasan di wilayah serta mendorong kepedulian bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Sementara itu, Nenek Atnah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Ia menyebut, pascakejadian tersebut banyak warga sekitar yang turut peduli dan memberikan bantuan.

“Alhamdulillah setelah kejadian ini banyak yang peduli, sudah dapat bantuan juga. Terima kasih banyak,” ucapnya haru.

Kunjungan ini menjadi pesan kuat bahwa Pemerintah Kota Bekasi hadir di tengah masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Dukungan moral dan material diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat Nenek Atnah untuk bangkit dan kembali berdagang. (Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!