Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BEKASIBeritaHEDLINENASIONAL

Wali Kota Bekasi Serahkan Tiga Penghargaan Sekaligus, Bicara Tantangan Fiskal dan Pentingnya Gotong Royong

342
×

Wali Kota Bekasi Serahkan Tiga Penghargaan Sekaligus, Bicara Tantangan Fiskal dan Pentingnya Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KOTA BEKASI — RAKYAT OPOSISI

Suasana Apel Senin di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pagi ini (01/12/2025) berubah menjadi panggung apresiasi sekaligus alarm kewaspadaan fiskal. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memimpin langsung jalannya apel yang dirangkaikan dengan penyerahan tiga penghargaan bergengsi: Satyalencana Karya Satya, Harmony Award 2025, dan apresiasi bagi atlet-atlet jujitsu Kota Bekasi yang baru saja menorehkan prestasi di kancah nasional dan dunia.

Di hadapan ASN dan jajaran Forkopimda, Tri menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalencana kepada aparatur yang dinilai menunjukkan loyalitas dan dedikasi tinggi dalam pengabdian publik. “Ini bukan sekadar pin. Ini simbol integritas,” ujar Tri.

Kota Bekasi juga menerima Piagam Harmony Award 2025 dari Menteri Agama RI—pengakuan atas kemampuan pemerintah daerah menjaga kerukunan umat beragama di tengah dinamika perkotaan. Penghargaan ini mempertegas bahwa kerja bareng Forkopimda, tokoh agama, dan warga menjadi fondasi harmoni sosial di Kota Bekasi.

Sorotan juga tertuju pada momen ketika Tri menyerahkan penghargaan kepada atlet jujitsu yang mengibarkan nama Kota Bekasi di Jujitsu International Federation World Championship 2025 di Bangkok dan Kejuaraan Nasional Madiun Open. Pemerintah daerah menyebut capaian mereka sebagai “energi positif” yang memperkuat identitas Bekasi di pentas olahraga internasional.

Namun, di balik nuansa apresiatif, Tri juga menyelipkan pesan keras soal kondisi keuangan daerah. Ia mengingatkan bahwa penurunan transfer pusat memaksa pemerintah daerah bergerak lebih kreatif.
“Dengan eskalasi keuangan dan berkurangnya transfer daerah, kita tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Pusat-pusat kegiatan harus jadi second line untuk menggerakkan ekonomi,” tegasnya.

Tri menuntut seluruh kepala dinas memperkuat skema pentahelix—kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media—sebagai strategi bertahan sekaligus mengakselerasi pembangunan.
“Kunci sukses itu kerja bareng. Tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri,” ujarnya.

Rangkaian penghargaan pagi ini menjadi sinyal ganda: apresiasi untuk dedikasi aparatur dan prestasi atlet, sekaligus peringatan bahwa Kota Bekasi harus bergerak dengan cara baru, lebih kolaboratif, lebih kreatif, dan lebih adaptif terhadap tekanan fiskal yang tak lagi bisa dihindari.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!