KOTA BEKASI — RAKYAT OPOSISI
Suasana apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (1/12), mendadak berubah khidmat ketika Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bela sungkawa atas rentetan bencana yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Tanpa basa-basi, Tri mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membuka dompet solidaritas.
“Kita semua berduka. Saya harap donasi dapat segera dihimpun dan diinisiasi para ASN,” ucap Tri, tegas namun merendah, di hadapan ratusan peserta apel.
Tak sekadar imbauan, Tri langsung mengeluarkan instruksi konkret: Program Jumat Berkah, yang selama ini rutin membagikan makanan kepada warga Kota Bekasi, dialihkan sementara menjadi penggalangan dana. Seluruh donasi akan dihimpun melalui rekening Patriot Peduli, sebelum disalurkan ke daerah terdampak.
“Pekan ini kita tidak berbagi makanan dulu. Kita kumpulkan donasinya, kita salurkan bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi cobaan,” lanjut Tri, sembari menyebut bahwa masyarakat umum, dunia usaha, dan berbagai unsur lain akan turut digandeng.
Instruksi itu sontak memantik perhatian para ASN yang hadir. Seruan gotong royong tersebut dianggap sebagai langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons duka nasional.
Tri menegaskan, gerakan solidaritas ini bukan sebatas bantuan materi, melainkan ruang bagi semua pihak untuk menanam kebaikan.
“Berapa pun yang kita donasikan, besar atau kecil, semoga menjadi pertolongan nyata. Ini waktu kita menunjukkan bahwa persaudaraan bangsa Indonesia tidak pernah goyah,” ujarnya.
Seruan Wali Kota Bekasi itu langsung bergaung di lingkungan perkantoran Pemkot dan di media sosial internal ASN. Banyak yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang peka atas bencana yang meluas dan memerlukan dukungan cepat.


















